BAB I
MODUL
I/O (INPUT/OUTPUT)
1.1 Latar Belakang Modul I/O (INPUT/OUTPUT)
Hal yang menjadi latar belakangnya yang pertama yaitu karena adanya variasi lebar
dari perangkat peripherals. Variasi ini dapat meyebabkan adanya perbedaan
jumlah data yang di kirim, kemudian kecepatan dalam mengirim data yang berbeda,
dan yang terakhir yaitu karena terdapat format data yang berbeda. Dengan adanya
hal tersebut maka I/O diperlukan dalam mengatasi perbedaan jumlah data
kecepatan pengiriman dan perbedaan format data.
Selanjutnya kenapa I/O diperlukan
karena semua peripherals lebih lambat dari CPU dan RAM sehingga tidak mampu
untuk mengimbangi kecepatan daripada CPU dan RAM. Dengan alas an tersebut maka
dibutuhkan perangkat I/O yang berfungsi sebagai alat penghubung ke CPU dan
memory dengan menggunakan fasilitas BUS System atau dengan switch sentral.
Selain sebagai alat penghubung ke CPU dan memory, I/O juga berfungsi sebagai
penghubung ke satu perangkat peripherals atau lebih dengan menggunakan link
data tertentu.
Dalam device communication atau jika di
Indonesiakan menjadi komunikasi antar perangkat, dimana disini sebuah modul I/O
memiliki sebuah peran untuk mengatur agar sebuah perangkat yang sedang
terhubung dapat berkomunikasi atau bisa dikatakan dapat tersambung dengan baik,
sehingga kinerja dari masing-masing perangkat dapat dioptimalkan.
1.2 Modul I/O (INPUT/OUTPUT)
Modul
I/O merupakan peralatan antarmuka (interface) bagi sistem bus atau switch
sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral. Modul I/O tidak
hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika dalam
melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan bus komputer.
Alasan kenapa
piranti – piranti tidak langsung dihubungkan dengan bus sistem komputer, yaitu
:
·
Bervariasinya metode
operasi piranti peripheral
·
Kecepatan transfer data
piranti peripheral umumnya lebih lambat
·
Format data dan panjang
data pada piranti peripheral seringkali berbeda dengan CPU
·
Dari beberapa alasan
diatas, modul I/O memiliki dua buah fungsi utama, yaitu :
·
Sebagai piranti
antarmuka ke CPU dan memori melalui bus sistem.
·
Sebagai piranti
antarmuka dengan peralatan peripheral lainnya dengan menggunakan link data
tertentu.
1.3 Sistem Masukan Dan Keluaran Komputer
BAB
II
FUNGSI
MODUL I/O (INPUT/OUTPUT)
2.1 Fungsi Modul I/O (INPUT/OUTPUT)
Sebuah modul I/O dapat berfungsi sebagai
penyangga sebuah data. Bisa dikatakan seperti ini karena di modul I/O adalah
tempat keluar masuknya data yang akan kita proses dalam CPU maka modul I/O ini
memfungsikan dirinya untuk menjaga segala bentuk data yang akan diproses ketika
hendak dipindahkan baik itu dari perangkat eksternal seperti flash memory ke
computer atau dari memory yang berada di dalam computer untuk diproses di dalam
CPU.
Fungsi dalam
menjalankan tugas bagi modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu :
·
Kontrol dan pewaktuan.
·
Komunikasi CPU.
·
Komunikasi perangkat
eksternal.
·
Pem-buffer-an data.
·
Deteksi kesalahan.
2.2 Struktur Modul I/O (INPUT/OUTPUT)
2.3 Teknik Input Output
Terdapat tiga
buah teknik dalam operasi I/O, yaitu:
·
I/O Terprogram
·
Interrupt – Driven I/O
·
DMA (Direct Memory
Access)
2.4 Input Output Terprogram
Pada
I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modulI/O. CPU
mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung .
Empat
klasifikasi perintah I/O, yaitu :
·
Perintah control.
Perintah ini
digunkan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan memberitahukan tugas yang
diperintahkan padanya.
·
Perintah test.
Perintah
ini digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status modul I/O dan
peripheralnya. CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya dalam keadaan aktif
dan siap digunakan, juga untuk mengetahui operasi – operasi I/O yang dijalankan
serta mendeteksi kesalahannya.
·
Perintah read.
Perintah pada
modul I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian menaruh dalam buffer
internal. Proses selanjutnya paket data dikirim melalui bus data setelah
terjadi sinkronisasi data maupun kecepatan transfernya.
·
Perintah write.
Perintah ini
kebalikan dari read. CPU memerintahkan
modul I/O untuk mengambil data dari bus data untuk diberikan pada perangkat
peripheral tujuan data tersebut.
2.5 Interrupt – Driven I/O (INPUT/OUTPUT)
Teknik
interrupt – driven I/O memungkinkan proses tidak membuang – buangwaktu.
Prosesnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O pada modul I/O, bersamaan
perintah I/O dijalankan modul I/O maka CPU akan melakukan eksekusi perintah
– perintah lainnya. Apabila modul I/O
telah selesai menjalankan instruksi yang diberikan padanya akan melakukan
interupsi pada CPU bahwa tugasnya telah selesai.
BAB
III
Direct
Memory Access (DMA)
3.1 Direct Memory Access (DMA)
Teknik
yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O terprogram dan Interrupt-Driven I/O
memiliki kelemahan, yaitu proses yang terjadi pada modul I/O masih melibatkan
CPU secara langsung.
Hal ini
berimplikasi pada :
·
Kelajuan transfer I/O
yang tergantung pada kecepatan operasi CPU.
·
Kerja CPU terganggu
karena adanya interupsi secara langsung.
3.3 Konfigurasi Modul DMA
3.4 Perangkat Eksternal
Secara umum
perangkat eksternal diklasifikasikan menjadi 3 katagori :
·
Human readable, yaitu
perangkat yang berhubungan dengan manusia sebagai pengguna komputer. Contohnya
: monitor, keyboard, mouse, printer, joystick, disk drive.
·
Machine readable, yaitu
perangkat yang berhubungan dengan peralatan. Biasanya berupa modul sensor dan
tranduser untuk monitoring dan kontrol suatu peralatan atau sistem.
·
Communication, yaitu
perangkat yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.
Pengklasifikasian
juga bisa berdasarkan arah datanya, yaitu perangkat output, perangkat input dan
kombinasi output-input.
Perangkat output
: monitor, proyektor dan printer.
Perangkat input
misalnya : keyboard, mouse, joystick, scanner, mark reader, barcode reader.
KESIMPULAN
·
Input
: Unit
ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu
memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan.
Input devices atau unit masukan yang umumnya digunakan personal computer (PC)
adalah keyboard dan mouse, keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan
user (pengguna) dengan komputer.
·
Berdasarkan sifatnya, peralatan input dapat digolongkan
menjadi dua yaitu :
·
Peratalan input langsung, yaitu input yang dimasukkan
langsung diproses oleh alat pemroses. Contohnya : keyboard, mouse, touch
screen, light pen, digitizer graphics tablet, scanner.
·
Peralatan input tidak langsung, input yang melalui media tertentu
sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses. Contohnya : punched card,
disket, harddisk.
·
Output : Unit ini berbanding terbalik dengan
input jika input artinya pemasukan tapi kalo output artinya pengeluaran untuk
menghasilkan informasi yang akan dibutuhkan. Contoh dari perangkatnya adalah
seperti monitor, printer, speaker dll.
·
Fungsi Modul I/O : Untuk mengatur dan mengontrol segala
bentuk aktifitas input output yang dilakukan di dalam computer. Dalam system
pengaturan tersebut (control), modul I/O mengatur dan membedakan mana data yang
di dahulukan atau mana data yang lebih penting dan mana yang tidak. Disini
terlihat sebuah I/O memberikan sebuah timing untuk sebuah perangkat input dan
output dapat terhubung ke CPU untuk diproses dan juga sebuah modul I/O
berfungsi untuk mengatur alur komunikasi CPU dengan perangkat peripherals
sehingga CPU dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
terimaksih ini sangat memebantu
BalasHapus